Pemuda Hidayatullah Jatim Gelar Muswil ke-9, Tekankan Peran Strategis Pemuda Menuju Indonesia Emas 2045

Kemahasiswaan STIKMA – Musyawarah Wilayah (Muswil) Pemuda Hidayatullah Jawa Timur ke-9 resmi digelar pada 6–8 Februari 2026 di Ma’had Tahfidzul Qur’an Darul Hijrah Hidayatullah Pasuruan. Kegiatan tiga tahunan ini menjadi momentum strategis bagi organisasi kepemudaan berbasis dakwah dalam melakukan konsolidasi, evaluasi program, serta perumusan arah kebijakan organisasi untuk periode mendatang. STT STIKMA Internasional yang merupakan salah satu lembaga pendidikan di bawah organisasi Hidayatullah dalam kegiatan ini mengirimkan 2 delegasi.

Pembukaan Muswil berlangsung di Aula Kantor Bupati Pasuruan pada Jumat (7/2/2026) dan dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai cabang dan rayon Pemuda Hidayatullah se-Jawa Timur.Acara dibuka oleh Bupati Pasuruan, H. Mochamad Rusdi Sutejo, yang diwakili oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Pasuruan, Nurul Huda.Turut hadir jajaran Pemerintah Kabupaten Pasuruan, SAR Hidayatullah, Satuan Komunitas Pramuka Hidayatullah, serta unsur pimpinan dan kader dari seluruh wilayah Jawa Timur.

Pemuda sebagai Motor Penggerak Sejarah

Dalam sambutannya, Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Jawa Timur, Amun Rowi, M.Pd, menegaskan bahwa pemuda merupakan pemilik ide-ide cemerlang dan progresif dengan idealisme tinggi yang sangat dibutuhkan dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. “Apa yang dimiliki pemuda untuk mencapai Indonesia 2045 adalah kemampuan dan keterampilan. Indonesia akan memperoleh bonus demografi yang sangat besar karena jumlah generasi mudanya melimpah,” ujarnya.

Amun Rowi juga menyoroti perbedaan mendasar antara pemuda dan generasi tua yang terletak pada idealisme. Menurutnya, pemuda lebih berani memperjuangkan apa yang diyakini sebagai kebenaran, sementara generasi tua cenderung mempertimbangkan banyak aspek kehidupan sosial dan keluarga. “Karena idealisme itulah, banyak perubahan besar dalam sejarah digerakkan oleh pemuda,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Hidayatullah, Haniffudin Chaniago, dalam arahannya mengajak seluruh peserta untuk mengambil peran aktif dalam arus besar pembangunan menuju Indonesia Emas 2045. “Dalam arus gerakan menuju Indonesia Emas 2045, apakah kita hanya puas sebagai penonton atau berani mengambil risiko dan tampil sebagai pemain? Atau justru menjadi beban dalam arus gerakan ini?” tegasnya.Ia menekankan bahwa perjuangan Pemuda Hidayatullah tidak boleh dibatasi hanya pada pengelolaan amal usaha semata, melainkan harus meluas ke sektor sosial, ekonomi, pendidikan, dan kebangsaan.

Kolaborasi dengan Pemerintah Daerah

Mewakili Bupati Pasuruan, Nurul Huda menyampaikan bahwa pemerintah daerah memandang organisasi kepemudaan sebagai mitra strategis dalam menjaga stabilitas sosial sekaligus mendorong percepatan pembangunan berbasis partisipasi masyarakat.Ia menekankan bahwa tantangan pembangunan ke depan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga menyangkut penguatan kualitas sumber daya manusia.

“Banyak tantangan di depan mata yang membutuhkan sentuhan para pemuda. Sinergi dan kolaborasi menjadi kunci untuk menjawab berbagai persoalan tersebut,” ujarnya.Pemerintah Kabupaten Pasuruan membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan organisasi kepemudaan, termasuk Pemuda Hidayatullah, selama memiliki orientasi kontribusi nyata bagi masyarakat.

Estafet Kepemimpinan: Basitul Yadain Resmi Pimpin Periode 2026-2029

Puncak dari rangkaian Muswil adalah terpilihnya kepengurusan baru. Melalui musyawarah dan diskusi yang konstruktif, tongkat estafet kepemimpinan Pemuda Hidayatullah Jawa Timur 2026-2029 secara resmi berpindah kepada Basitul Yadain, S.Sos, yang akrab disapa Bang Aden.

Terpilihnya Bang Aden sebagai Ketua Wilayah menandai babak baru kepemimpinan yang diharapkan mampu membawa perubahan sekaligus melanjutkan berbagai program baik yang telah dirintis oleh kepengurusan sebelumnya.Amanah besar kini berada di pundaknya untuk mengendalikan arah organisasi selama tiga tahun ke depan agar menjadi pemuda yang berdaya, berpengaruh, dan berdikari menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam penutupan Muswil, Sekretaris Wilayah DPW Hidayatullah Jawa Timur, Muh Idris, menyampaikan pesan agar Pemuda Hidayatullah Jawa Timur fokus pada kemandirian kader dan penguatan entrepreneurship. “Jawa Timur akan fokus pada kemandirian kader, karena sistemnya sudah berjalan baik, untuk mewujudkan Hidayatullah yang mandiri, maka entrepreneur mudanya di kawal, DPW siap melatih. Pemuda memiliki arah baru, DPW mengamanahkan ke pemuda untuk merekrut anak-anak muda kalangan mahasiswa di kampus besar di Surabaya, Malang dan Jember,” ujarnya.

Hasil dan Capaian Muswil

Sepanjang pelaksanaan Muswil, berbagai rangkaian kegiatan berhasil dilaksanakan, meliputi registrasi dan pembukaan, sesi pembekalan materi kepemimpinan, dakwah, dan pemberdayaan pemuda, diskusi dan musyawarah evaluasi program, pengangkatan ketua baru periode 2026-2029, serta upgrading muballigh/dai muda sebagai penguatan kapasitas kader.

Beberapa capaian penting yang dihasilkan antara lain terjalinnya konsolidasi organisasi antar pengurus wilayah dan cabang/rayon se-Jawa Timur, meningkatnya wawasan peserta dalam bidang kepemimpinan dan dakwah, tersusunnya rekomendasi dan arah program kerja strategis, terbentuknya semangat dan komitmen bersama untuk memperkuat kiprah pemuda di masyarakat, serta terjalinnya hubungan kerja sama dengan berbagai instansi pendidikan dan pemerintahan di Jawa Timur, terutama di Malang, Surabaya, dan Jember.

Musyawarah Wilayah Pemuda Hidayatullah Jawa Timur ke-9 menjadi momentum kebangkitan untuk menata masa depan pemuda yang lebih visioner, solid, dan berdaya. Dengan semangat sinergi dan kolaborasi, Pemuda Hidayatullah Jawa Timur siap menjadi kekuatan strategis dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *